Target penjualan sudah ditetapkan. Strategi sudah disusun. Namun ketika hasilnya belum bergerak sesuai harapan, pertanyaannya bukan lagi sekadar “Bagaimana mengejar target?”, tetapi “Apakah tim masih memiliki energi untuk memperjuangkannya?”

Bagi HRD, HC, Sales Manager, maupun pimpinan perusahaan, kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Tim yang kehilangan motivasi dapat kehilangan keberanian untuk menawarkan produk, menghadapi penolakan, mencari prospek, dan mengejar peluang baru.

Karena itu, menghadirkan Motivator Jogja dapat menjadi salah satu momentum untuk melakukan refreshment sekaligus meningkatkan kembali spirit dan performa tim.

Ketika Target Berat, Tim Membutuhkan Energi dan Mindset Baru

Target yang tinggi membutuhkan tim dengan mental yang kuat. Ketika tekanan meningkat, karyawan membutuhkan perspektif baru agar tantangan tidak hanya dipandang sebagai beban, tetapi sebagai peluang untuk berkembang dan menghasilkan pencapaian yang lebih baik.

Inilah yang menjadi fokus Motivator Jogja. Program dirancang untuk melakukan upgrade skills dan spirit tim perusahaan atau organisasi sehingga motivasi tidak berhenti sebagai semangat sesaat. Peserta diarahkan untuk membangun mindset yang lebih positif, meningkatkan keberanian bertindak, dan menghubungkan energi kerja dengan target yang harus dicapai.

Melalui konsep No.1 Fun, Full Energy, and Impactful Training, proses training dibuat menyenangkan sekaligus tetap memiliki relevansi dengan kebutuhan peserta.

Bangkitkan Mental Sales agar Lebih Berani Mengejar Target

Sales membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menjelaskan produk.

Mereka harus berani membuka percakapan, menghadapi penolakan, membangun relasi, melakukan follow-up, bernegosiasi, dan terus mencari peluang ketika kondisi pasar tidak mudah.

Ketika mental mulai turun, aktivitas tersebut ikut terdampak.

Karena itu, motivasi perlu dikombinasikan dengan peningkatan kemampuan. Bigbi Inti memiliki Sales Marketing Training yang dirancang untuk memberikan boosting kepada salesman agar mampu menjual lebih banyak dan lebih cepat dengan pendekatan yang relevan serta berdampak.

Tujuannya bukan sekadar membuat sales lebih bersemangat pada hari training, tetapi membantu mereka melihat kembali alasan untuk bergerak, keberanian untuk bertindak, dan fokus terhadap target.

Rifqi Hadziq Membawa Training Motivasi yang Dekat dengan Tantangan Bisnis

Memilih motivator untuk perusahaan seharusnya tidak hanya berdasarkan kemampuan membangun suasana. HRD perlu mencari trainer yang memahami bahwa motivasi karyawan memiliki hubungan dengan produktivitas, skill, komunikasi, leadership, dan performa.

Pendekatan training menggabungkan pengalaman belajar yang fun, energi yang kuat, serta materi yang dapat dikaitkan dengan kebutuhan profesional. Bigbi Inti juga mengembangkan solusi melalui Training, Coaching, & Consulting untuk membantu perusahaan menumbuhkan SDM dan membangun budaya kerja yang lebih inovatif.

Pengalaman proyeknya pun mencakup kebutuhan organisasi berskala besar. Pada 2020–2021, Rifqi Hadziq dipercaya memberikan program Pertamax Sales Ranger kepada sekitar 3.000 manager SPBU Pertamina di seluruh Indonesia. Sebelumnya, pada 2019, ia dipercaya Bank Mandiri Taspen dalam program Awarding Sales Champion Mandiri Taspen untuk salesman atau pegawai terbaik dari berbagai kantor cabang di Indonesia.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Bigbi Inti dalam menangani kebutuhan training motivasi, sales, dan peningkatan performa SDM.

baca juga PUBLIC SPEAKING JOGJA

Tips Penganan Tim yang Underperformance

Menangani anggota tim yang underperforming secara profesional membutuhkan keseimbangan antara ketegangan pada standar kerja dan empati terhadap individu. Tujuan utama penanganan ini adalah membantu mereka memperbaiki kinerja, sekaligus memberi sinyal positif kepada anggota tim lainnya bahwa standar kualitas tetap dijaga dengan adil.

Berikut adalah alur langkah demi langkah dalam menegur dan menangani anggota tim yang mengalami penurunan kinerja:

1.Diagnosa & Kumpulkan Data Objektif:Prasyarat sebelum memulai percakapan.

  • Kumpulkan bukti konkret: Catat data spesifik seperti pencapaian KPI, tingkat kesalahan, ketertinggalan tenggat waktu, atau laporan yang dapat diverifikasi.

  • Pisahkan fakta dari persepsi: Hindari kata-kata generik seperti “Kerja kamu kurang bagus” atau “Kamu selalu lambat”.

  • Evaluasi faktor eksternal: Periksa apakah ada hambatan teknis, kurangnya pelatihan, alur kerja yang membingungkan, atau masalah dalam tim yang menghambat mereka.

2.Lakukan Percakapan Privat (Sesi 1-on-1):Selalu lakukan secara tertutup untuk menjaga martabat anggota tim.

  • Gunakan kerangka SBI (Situation – Behavior – Impact):

    • Situation: “Pada peluncuran fitur X minggu lalu…”

    • Behavior: “…kamu menyerahkan dokumentasi 2 hari melewati batas waktu tanpa pemberitahuan.”

    • Impact: “…hal ini menyebabkan tim penguji harus kerja lembur dan pengujian tertunda.”

  • Dengarkan perspektif mereka: Gunakan pertanyaan terbuka seperti “Bagaimana penilaianmu terhadap hasil kerja ini?” atau “Apa kendala terbesar yang kamu hadapi saat ini?”.

3.Sepakati Performance Improvement Plan (PIP):Batas waktu evaluasi umum: 30 hingga 60 hari.

  • Tetapkan target yang spesifik: Tentukan indikator keberhasilan yang jelas, terukur, dan memiliki batas waktu (milestones).

  • Sediakan dukungan yang diperlukan: Tentukan bantuan yang akan Anda berikan, misalnya pelatihan tambahan, pendampingan (buddy system), atau pengurangan beban administratif.

  • Dokumentasikan hasil kesepakatan: Kirimkan ringkasan hasil pertemuan dan poin komitmen bersama melalui email sebagai catatan resmi.

4.Lakukan Pemantauan & Check-In Berkala:Frekuensi yang disarankan: seminggu sekali.

  • Ulas perkembangan secara rutin: Berikan umpan balik langsung (real-time feedback) tanpa menunggu hingga akhir periode evaluasi.

  • Apresiasi kemajuan kecil: Akui setiap perbaikan yang ditunjukkan untuk membangun kembali rasa percaya diri mereka.

  • Koreksi penyimpangan segera: Jika kinerja kembali menurun di tengah periode, ingatkan kembali komitmen awal secara tegas.

5.Ambil Keputusan Tegas & Kelola Dampaknya pada Tim:

  • Jika Kinerja Membaik: Akui pencapaian mereka secara privat, tutup status PIP, dan berikan kepercayaan penuh kembali.

  • Jika Kinerja Tidak Membaik: Ambil langkah tegas sesuai regulasi perusahaan (penyesuaian peran, demosi, atau pemutusan hubungan kerja/PHK).

  • Jaga Kerahasiaan: Jangan pernah membicarakan detail sanksi atau kesalahan individu kepada anggota tim lain. Cukup komunikasikan perubahan peran atau beban kerja secara profesional demi kelancaran operasional tim.

Prinsip Menjaga Moral Tim Lain

  1. Prinsip “Puji di Depan Umum, Tegur di Belakang Layar”

    Menegur seseorang di depan rekan kerjanya akan menghancurkan psychological safety seluruh tim dan menciptakan budaya ketakutan.

  2. Keadilan Standar Kinerja

    Anggota tim yang berkinerja tinggi (top performers) akan kehilangan motivasi jika melihat ada anggota tim yang underperforming dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan dari manajer.

  3. Fokus pada Perilaku dan Hasil, Bukan Kepribadian

    Kritik proses kerja dan dampak hasilnya, bukan karakter atau kepribadian individu tersebut.

Undang Motivator Jogja untuk Mendorong Performa dan Produktivitas Tim

Jika perusahaan Anda sedang menghadapi target penjualan yang berat, omset yang stagnan, sales yang mulai kehilangan energi, atau produktivitas tim yang menurun, jangan hanya mengingatkan karyawan untuk bekerja lebih keras.

Undang Motivator Jogja Rifqi Hadziq untuk menghadirkan Motivation Training yang fun, full energy, dan impactful bagi tim Anda. Program dapat diarahkan sesuai kebutuhan perusahaan, mulai dari motivation training, sales motivation, sales marketing training, employee refreshment, upgrading SDM, hingga team building.

Booking Training Motivasi Sekarang

Jika Anda HRD, HC, L&D, Sales Manager, owner, atau pimpinan perusahaan yang sedang mencari Motivator Jogja, konsultasikan kebutuhan tim Anda bersama Rifqi Hadziq.

WhatsApp: 0823 2584 9499

Target membutuhkan tindakan. Performa membutuhkan energi. Saatnya undang Motivator Jogja Rifqi Hadziq.

Categories: Blog