Apa Itu Shift Kerja ? Ketahui Sistemnya Menurut Pakar – Melaksanakan aktivitas kerja tentunya membutuhkan termin waktu tertentu untuk memenuhi target produksi dalam suatu unit organisasi/ perusahaan. Durasi yang dibutuhkan ini masif dikenal sebagai jam kerja operasional. Berbagai term yang mengitari jam kerja ini pun bervariatif, salah satunya adalah mengenai shift kerja.
Shift kerja mempunyai pengertian yang cukup banyak perdebatan. Namun yang paling marak dipakai adalah definisi bahwa shift kerja adalah jam kerja diluar jam normal. Dalam menentukan sebuah shift kerja, perusahaan terlebih dahulu harus memperhatikan berbagai hal, seperti kontinuitas, perubahan dan jadwal kerja khusus.

Apa Itu Shift Kerja ? Ketahui Sistemnya Menurut Pakar
Nah ! Kali ini kita akan membahas mengenai Apa Itu Shift Kerja & Sistemnya Menurut Pakar. SImak selengkapnya dalam artikel di bawah ini.
1. Pengertian Shift Kerja
Sebagaimana yang telh diutarakan sebelumnya, shift kerja lebih dominan pada pengertian bahwa adanya jam kerja di luar jam operasional umum. Sebagaimana menurut Pigors & Mayers yang mengatakan bahwa ada periode yang bisa ditambahkan diluar jam normal dengan maksud untuk meningkatkan produksi.
Selain itu, shift kerja juga bisa diartikan sebagai sebuah skema pengaturan jam kerja (utamanya yang berada di luar jam kerja normal) yang bisa digunakan untuk mengoperasikan pekerjaan.
2. Prosedur Pelaksanaan Shift Kerja
Implementasi pelaksanaan shift kerja ini pun mengenal prosedur subtitusional. Artinya, ada pergiliran antara beberapa karyawan/ pegawai yang bergantian pada tempo tertentu untuk melakukan aktivitas kerja yang sama.
Istilah yang masif kita kenal adalah jam kerja siang dan malam. Hal ini telah diutarakan oleh Riggio, bahwa pekerja siang dinamakan diurnal, sedangkan pekerja pada tempo malam dinamakan nokturnal.
Secara garis besar, pemanfaatan seluruh waktu yang tersedia bisa digunakan oleh perusahaan.
Baca Juga : Training Motivasi Kerja Untuk Karyawan
3. Sistem Shift Kerja
Umumnya, pengaturan jam kerja dari tiap perusahaan bisa saja berbeda-beda. Hal ini memperhatikan banyak faktor, seperti kuantitas pegawai hingga sarana yang dimiliki perusahaan. Dalam hal ini, ada dua prinsip penentuan jam kerja, yakni Permanen dan Rotasi.
Prinsip kerja Permanen adalah sistem yang diberlakukan kepada pegawai secara tetap. Yakni apabila pegawai masuk kerja pada siang hari, maka pegawai tersebut tidak masuk pada malam hari, begitupun sebaliknya. Sedangkan prinsip Rotasi, mengutamakan sebuah keluwesan atau mengacu pada skema scheduling yang ada. Artinya, pekerja yang bekerja tidak terus menerus ditempatkan pada shift tetap.
Baca Juga : Ini Pembicara Leadership Indonesia
Shift normal total membutuhkan 8 jam. Shift kerja yang dilakukan 24 jam termasuk hari minggu dan hari libur membutuhkan 4 tim kerja. Tim ini dipahami sebagai kelompok kerja berkelanjutan (3×8). Di negara Inggris, sistem yang digunakan adalah 2-2-2, yangmana merupakan rotasi pendek, masing-masing shift diberi waktu 2 hari dan pada akhir shift diberikan libur 2 hari.
Kemudian, ada skema scheduling dengan format 2-2-3. Merupakan rotasi pendek dengan satu shift dilakukan selama 3 hari. Selama 2 shift dilakukan 2 hari dan pada akhir masa shift diberikan libur 2 hari. Pada akhir shift malam diperlukan istirahat minimal 24 jam.
Jangan Lupa ! Tingkatkan Kualitas SDM !
Nah ! Itulah pemaparan mengenai Definisi & Sistem Shift Kerja pada perusahaan. Peraturan mengenai jam kerja ini tentu berorientasi pada target yang ingin dicapai. Namun Anda juga harus memperhatikan kualitas SDM yang dimiliki.
Bigbi Inti Indonesia dan KelasBicara.com merupkan mitra terbaik bagi Anda untuk menggarap isu ini. Dengan usungan program Training, Coaching & Consulting, Anda bisa mengoptimalkannya untuk menuuntaskna problem bisnis, peningkatan produksi, dan penjualan dengan Motivator Indonesia. Segera hubungi kami untuk laksanakan In House Training bagi perusahaan Anda !

0 Comments