HomeArtikel MotivasiTernyata Tuhan Tidak Pernah Menciptakan Kemiskinan !

Ternyata Tuhan Tidak Pernah Menciptakan Kemiskinan !

Artikel Motivasi 0 3 likes 226 views share

Banyak orang yang ketika frustasi atau dalam keadaan sulit pasti bilang, ” ya gimana wong miskin memang nasib”. Dari perkataan ini seolah-olah miskin itu dibuat oleh Allah. Dan secara tidak langsung mengumpat Allah sebagai pembuat penderitaan dan kemiskinan.

Ketika orang mengatakan hal seperti itu, maka otak akan menangkap ” stop, ndak perlu kerja keras lagi”. Itu artinya kita jadi dibuat malas dan terus mengeluh. Entah kenapa, perkataan tersebut sering muncul dari orang-orang yang sebenarnya tahu dan paham agama. Aneh kan?

Ini sedikit saya tunjukkan bahwa aslinya Allah tidak pernah menciptakan kemiskinan atau penderitaan.

Coba buka  Q.S An-Najm (53 : 43- 48).

وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى (٤٣) وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا (٤٤) وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالأنْثَى (٤٥) مِنْ نُطْفَةٍ إِذَا تُمْنَى (٤٦)وَأَنَّ عَلَيْهِ النَّشْأَةَ الأخْرَى (٤٧) وَأَنَّهُ هُوَ أَغْنَى وَأَقْنَى (٤٨)

Artinya :

43. dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis

44. Dan sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan

45. Dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan

46. dari mani, apabila dipancarkan

47. dan sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah mati)

48. dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.

Dari ayat ini Allah seolah memasang-masangkan apa yang telah dikehendakinya. Seperti Tertawa dan menangis, mematikan dan menghidupkan, laki-laki dan perempuan, kekayaan dan kecukupan. Nah khusus ayat terakhir ini, banyak orang yang memasangkan antara kaya dengan miskin. Padahal ayatnya sendiri secara jelas, bahwa pasangan dari kaya adalah cukup, bukan miskin.

Cukup artinya adalah bisa terpenuhi apa yang seharusnya didapat. Seperti sandang, pangan, dan papan. Tapi kok kalau ada orang yang sampai miskin. Kira-kira yang salah siapa? Allah-kah atau kita sendiri? Pikir sendiri ya, semoga makin semangat!

Silahkan Bagikan Kepada Orang Terkasih Anda 🙂 🙂 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *