HomeArtikel MotivasiRezeki Diatur Oleh Tuhan ?
rezeki dan tuhan, motivator indonesia, motivator, rifqi hadziq

Rezeki Diatur Oleh Tuhan ?

Artikel Motivasi 0 0 likes 53 views share

Motivator Indonesia – Lagi-lagi judul ini mungkin sulit bisa diterima ketika anda belum benar-benar memahaminya. Kenapa harus ada tanda petik diantara kata “diatur” ? Saya disini akan menjelaskan bahwa kata “diatur” memiliki tafsir yang berbeda-beda. Mayoritas pemahaman kita sebelumnya bahwa kata “diatur” memiliki arti taken for granted, artinya sebuah pemberian yang niscaya (given). Manusia sudah ditentukan berapa banyak rezekinya sedari lahir dan itu berarti manusia hanya tinggal menerima apa yang sudah “diatur”. Maka tak heran jika banyak orang frustasi ketika gagal selalu bilang, “tenang aja rezeki sudah ada yang ngatur”. Perkataan tersebut menunjukan suatu kepasrahan yang bersumber dari kepercayaan bahwa “diatur” berarti semua sebab dari Tuhan dan kita sebagai hambanya tidak bisa berbuat apa-apa. Pertanyaannya adalah apakah memang tafsir kata “diatur” tersebut bersifat niscaya? Dan apakah keniscayaan itu berlaku untuk semua makhluk ataukah hanya untuk makhluk tertentu saja? Sekali lagi saya tidak akan memberi kesimpulan kepada anda apakah tafsir ini benar atau tidak, namun saya akan memberikan alternatif tafsir atau pengartian lain.

Kata “diatur” bisa berarti bahwa Tuhan mengatur rezeki manusia yang sebanding dengan usahanya. Misalkan orang yang kerjanya lebih cerdas dan keras maka akan mendapat pendapatan yang lebih banyak, sebaliknya orang yang bermalasan maka akan memperoleh pendapatan yang jauh lebih sedikit. Jadi maksud kata “diatur” dalam ungkapan tersebut berarti suatu aturan dimana sebuah pemberian selalu sebanding dengan usaha. Kerja sedikit hasil sedikit, kerja banyak ya dapatnya banyak. Seperti dalam literatur islam dimana Tuhan pernah berfirman “ Tuhan tidak pernah mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya”. Namun banyak orang yang berlandaskan pada agama bahwa Rezeki memiliki beberapa jenis. Seperti rezeki yang sudah diberikan cuma-cuma oleh Tuhan/ rezeki yang sudah dijamin, kemudian ada rezeki yang digantung atau karena usaha, rezeki karena bersyukur, bahkan rezeki karena kita melakukan kebaikan dengan orang lain. Namun janganlah anda ketika gagal untuk mendapat profit yang besar lalu mengatakan bahwa “rezeki ini sudah diatur oleh Tuhan”. Karena disana anda tampak sekali menyalahkan Tuhan sebagai pembatas rezeki anda. Padahal hakikatnya rezeki tersebut merupakan rezeki yang bisa diperoleh dengan usaha anda sendiri. Tentunya mulai sekarang anda perlu mengkategorikan secara saksama rezeki yang mana yang sudah dijamin oleh Tuhan, digantung, ataupun yang diberikan karena kebaikan kepada orang lain. Sehingga anda akan lebih menyadari dan tidak bisa menyalahkan siapapun ketika anda mengalami suatu kerugian atau kemacetan rezeki.

Saya mempercayai bahwa rezeki manusia yang sudah dijamin atau ditentukan tetapi tidak semua orang benar-benar ingin mengambilnya. Saya analogikan ketika rezeki sudah ditentukan adalah seperti Tuhan memberi manusia sebuah sumur yang berisi air yang sangat berlimpah. Orang pertama mengambil air tersebut dengan ember yang dibawanya setiap hari. Berbeda dengan orang pertama orang kedua ini mengambilnya dengan sebuah pipa berukuran kecil yang dialirkan dari sumur tersebut. Namun ada juga orang ketiga yang mengambil air dengan sebuah mesin diesel yang dialirkan dengan pipa berukuran besar dan berjumlah 5 buah, alhasil air yang didapatnya jauh lebih besar dari orang pertama dan kedua. Ini merupkan sebuah analogi bahwa sebenarnya Tuhan telah menetapkan atau mengatur rezeki manusia masing-masing. Tetapi sayangnya tidak semua orang menyadari dan cerdas untuk mengambil jatah yang telah ditentukan.

Pernahkah anda bertanya kepada diri anda sendiri seperti ini, “kira-kira rezekiku yang bisa aku tampung selama aku hidup berapa banyak ya?”. Jika pernah memikirkan hal demikian berarti anda termasuk orang yang visioner nan kritis. Bertolak dari analogi air sumur yang saya berikan, bahwa kita sebagai manusia pasti memiliki daya tampungnya masing-masing. Kenapa ada orang meninggal dan meninggalkan aset milyaran rupiah, tetapi ada juga orang yang meninggal dan hanya meninggalkan sebuah rumah cicilan berisi priuk nasi saja. Terkadang saya juga memikirkan hal yang sama, “hingga saya meninggal berapa rupiahkah yang mampu saya dapat?”. Lalu berapa persenkah jatah dari Tuhan yang benar-benar bisa saya ambil?”. Sebenarnya anda tidak perlu tahu apa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan sejenis itu. Tetapi yang terpenting adalah anda cukup mengimani bahwa Tuhan sebenarnya telah memberikan rezeki luar biasa banyaknya kepada anda. Dan tugas anda hanyalah mencari cara terbaik untuk mencapainya. Misalkan Tuhan telah menuliskan bahwa potensi rezeki anda adalah 150 milyar. Maka anda harus mencari jalan atau cara agar rezeki tersebut bisa anda capai, entah dengan berbisnis, berinvestasi, atau bahkan kerja seumur hidup. Dan angka 150 milyar tersebut hanyalah perumpaan saja dan anda bebas untuk mengganti nominalnya sesuai keinginan.

Mungkin masih ada yang bertanya, “pak, kalau saya total sepanjang saya hidup selama 30 tahun maka rezeki saya adalah 20 milyar, dan bisa jadi kan memang Tuhan hanya memberi potensi rezeki 20 milyar saja, udah mentok dong berarti?”. Jika ada yang bertanya demikian, saya tidak perlu menjawabnya. Karena cara bertanya saja anda sudah sangat pesimis kepada diri anda dan kepada Tuhan. Sekarang giliran anda untuk terus menyalahkan Tuhan atau menyadari kurangnya usaha kita untuk memperoleh rezeki yang halal, berkah, dan melimpah.

Sampai disini setuju?

” jika anda hanya membawa sebuah ember, maka anda hanya akan mendapat air sebanyak ember tersebut. Sebalinya jika anda menggunakan pipa serta mesin diesel, maka anda akan mendapat air lebih berlimpah. Tugas anda cuma satu yaitu perbesarlah kapasitas atua wadah anda!”

oleh Tim Motivator Indonesia

Silahkan Bagikan Kepada Orang Terkasih Anda 🙂 🙂 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *