HomeArtikel MotivasiRekrut Karyawan, Jangan Lupakan 2 Faktor Ini !
motivator indonesia, motivator karyawan, motivator perusahaan, rifqi hadziq, bigbi antusias, training jogja, motivator jakarta, motivator bali, motivator semarang, motivator makasar

Rekrut Karyawan, Jangan Lupakan 2 Faktor Ini !

Artikel Motivasi Motivator Indonesia Motivator Karyawan Motivator Perusahaan 0 3 likes 75 views share

motivator indonesia, motivator karyawan, motivator perusahaan, rifqi hadziq, bigbi antusias, training jogja, motivator jakarta, motivator bali, motivator semarang, motivator makasar

foto : google.com

Motivator Indoenesia – Bagi anda seorang HRD ataupun pimpinan yang memang memiliki intensi lebih bagaimana mengelola karyawan, perhatikan 2 faktor ini saat rekrut karyawan.

  1. Motivasi Melamar Kerja
    Saya anggap ini mepakan faktor penentu diterima tidaknya calon karyawan. Karena dalam hal ini mutlak mumpuni dan harus memiliki alasan meyakinkan bagi pelamar. Selama ini saya mengamati, ada dua motivasi utama seseorang melamar disuatu pekerjaan. Pertama adalah money oriented dan kedua adalah passion oriented. Ada beberapa pelamar yang mendaftar disuatu perusahaan karena ambisi mengejar gaji. Mereka manakar seberapa besar pendapatan yang akan mereka terima, sehingga faktor gaji menjadi nomor satu baginya. Yang kedua adalah passion oriented, yaitu mereka yang lebih mengutamakan cita-citanya menjadi sesuatu di perusahaan tersebut, artinya dia mendaftar pekerjaan karena “ini gue banget”. Kedua faktor tersebut tidak ada salahnya, melainkan perusahaan harus peka membaca potensi calon karyawan. Tetapi, saya sarankan anda harus merekrut yang nomor dua, karena meskipun dengan skill yang pas-pasaan, tipe orang yang “gue banget” akan lebih awet dan kompeten di perusahaan anda. (Simak artikel-artikel inspirasi di Motivator Indonesia)
  2. Latar Belakang
    Yap, anda jangan sepelekan latar belakang seseorang, meskipun banyak teori bahwa latar belakang calon karyawan sudah tidak terlalu penting. Prinsipnya begini, beberapa perusahaan memang memberi porsi kecil terhadap latar belakang dengan alasan yang penting saat ini karyawan tersebut bisa kerja dan to the point. Artinya model yang seperti ini adalah praktis, tidak cocok, pecat, lalu cari lagi dan begitu seterusnya. Tetapi penggalian suatu latar belakang tidak dimaksudkan untuk mencari kejelekan seseorang, melainkan mancari track record yang justru tidak berhubungan dengan CV, misalkan menjadi ketua RT, Menyayangi keluarga, bahkan hal-hal apa yang sering dibicarakan di sosial media. Hal ini tentunya akan menambah cakrawala perusahaan lebih kompleks, sehingga HRD akan memahami calon karyawan secara manusiawi.

Saran saya, tetap pahami seorang manusia sebagai manusia, jangan anda mencari kepraktisan diperusahaan anda. HR adalah ruh utama dalam mengelola manusia, sabar, teliti, dan yakini bahwa anda kan mendapat sumber daya yang luar biasa diperusahaan anda.

Sekian artikel singkat kali ini, jangan lupa ngopi dan bahagia. Salam hebat antusias dari Motivator Indonesia

Silahkan Bagikan Kepada Orang Terkasih Anda 🙂 🙂 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *