HomeArtikel MotivasiMiskin Sehat Atau Kaya Sehat?

Miskin Sehat Atau Kaya Sehat?

Artikel Motivasi 0 3 likes 316 views share

Bebas-bebas saja saya membuat tulisan seperti ini. Wong faktanya pilihan itu dibuat oleh manusia sendiri. Mungkin banyak orang yang membuat pilihan seperti ini,

Miskin sehat atau kaya sakit-sakitan, Miskin bahagia atau kaya tidak bahagia, Miskin dekat dengan Tuhan atau Kaya jauh dari Tuhan? Miskin Harmonis atau kaya tidak harmonis.

Ini salahnya orang yang membuat pilihan. Kalau buat pilihan itu yang enak-enak saja, jangan tidak enak!. Biasanya orang seperti ini jika ditanya, Mau dipotong dua jari atau satu jari? Pasti jawabnya satu jari. Lalu mengatakan lebih baik satu jari daripada dua jari. Kok saya ogah ya, mending tidak semuanya. Karena itu kesalahan dari yang buat pilihan.

Faktanya mindset seperti ini yang terkadang merusak pemahaman masyarakat terhadap orang kaya. Bahkan mencegah dirinya sendiri untuk kaya. Kalau saya pribadi buat pilihan seperti ini,

Miskin sehat dan kaya sehat, miskin bahagia kaya dan kaya lebih bahagia, miskin dekat Tuhan dan kaya dekat dengan Tuhan, Miskin Harmonis dan kaya harmonis. Boleh kan?

Orang Biasanya pake Atau, Lebih baik Pakai DAN

Nah biasanya orang ketika membuat pilihan pasti menggunakan kata atau. Miskin sehat ATAU kaya sakit-sakitan. Lebih baik, Miskin sehat DAN kaya sehat. sah-sah saja to? Wong tergantung yang buat pilihan.

Mungkin masih ada yang ngeyel, Mas, faktanya kan tidak seperti itu?

Iya memang fakta terkadang berbeda. Sekarang begini, contohlah perkataan “miskin gpp yang penting dermawan, daripada kaya tapi pelit”. Seolah-olah semua orang kaya adalah pelit, dan semua orang miskin adalah dermawan.

Renungkan! Soal anda pelit atau dermawan itu bukan persolan berapa harta yang anda punya. Saya tanya, berapa banyak tetangga kita yang mohon maaf miskin tapi pelit? dan berapa banyak tetangga anda yang kaya tapi dermawan? Pelit atau dermawan itu persolan mental. Kalau anda miskin saja sudah pelit, ketika jadi kaya maka jadi pelit. Kalau anda miskin saja suka main perempuan, ketika kaya wuuuh makin menjadi. Miskin saja sombong, ketika kaya? MasyaAllah.

Salah mindset

Kekayaan itu menambah, bukan merubah!

Seperti yang telah saya ungkapkan tadi, bahwa ketika orang miskin sudah bertabiat pelit, kasar sama istri, sombong, dll. Maka ketika kaya apa yang dia lakukan? Makin menjadi Bukan? Nah itu sama seperti orang miskin yang sudah dermawan, ramah, dan rendah hati. Kemungkinan pula ketika kaya juga akan begitu. Karena semuanya tergantung Mental orang tersebut. Ya sekali lagi MENTAL!.

Hanya Bayangan Anda!

Jika anda bermindset seperti awal tadi, sadar atau tidak itu hanya bayangan anda. Anda mengambil contoh orang kaya yang kebetualan sakit dan orang miskin yang kebetulan sehat. Kemudian anda generalisir kesemua orang kaya dan miskin. Yang saya tanyakan, kenapa anda tidak mengambil contoh orang Kaya yang sehat dengan orang miskin yang sakit-sakitan? Mungkin mindset anda akan sebaliknya. Benar Bukan?. So bayangkan yang baik saja dan buatlah pilihan yang menyenangkan!.

Silahkan Bagikan Kepada Orang Terkasih Anda 🙂 🙂 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *