HomeArtikel MotivasiCompany Branding vs Personal Branding – Ala Motivator Indonesia
motivator indonesia, motivator karyawan, branding, motivator perusahaan, rifqi hadziq, training motivasi, bigbi antusias, rif hadziq, trainer perusahaan, trainer karyawan, motivator jakarta, motivator jogja, motivator surabaya,

Company Branding vs Personal Branding – Ala Motivator Indonesia

Artikel Motivasi Motivator Indonesia Motivator Perusahaan Training Motivasi 0 1 likes 228 views share

Motivator Indonesia – Pernahkah anda melihat suatu brand yang begitu kuat tetapi anda tidak tahu siapa dibalik dari perusahaan tersebut? Tenang, ada banyak orang diluar sana yang merasakan hal sama. Bahwa ada sebuah brand yang super terkenal hingga kita tidak mengikuti siapa pendirinya. Hal yang saya paparkan tersebut adalah bentuk company branding yang super kuat melebihi pendirinya. Contohnya adalah BMW, Mercedes, J-CO, Polygon, Eiger,dll. Meskipun terkadang suatu brand didirikan lebih dari satu orang, tetapi sama sekali tidak ada satu tokoh yang berusaha diangkat dalam brand-brand tersebut. Alhasil kita hanya tahu produk atau brandnya saja tanpa mengetahui siapa pendirinya.

motivator indonesia, motivator karyawan, branding, motivator perusahaan, rifqi hadziq, training motivasi, bigbi antusias, rif hadziq, trainer perusahaan, trainer karyawan, motivator jakarta, motivator jogja, motivator surabaya,

google.com

Lalu yang kedua adalah Personal Branding yang kebalikan dari Company Branding. Biasanya kita kenal banyak entrepreneur sukses yang malang melintang di tv yang kita tidak pernah tahu apa brand atau produk yang dihasilkan. Biasanya pengusaha tersebut memiliki banyak lini bisnis tetapi bukan bergerak dibidang produk atau jasa publik, melainkan suatu kegiatan usaha yang memang profitable dan hanya kalangan tertentu yang mengetahuinya. Seperti aneka tambang, perdagangan ritel, jasa keuangan dll. Sehingga sangat mustahil bagi orang awam untuk mengenal produk atau brandnya, karena memang bisnisnya bukan membesarkan suatu brand tetapi lebih kepada profit oriented yang bersifat proyek. Contohnya adalah Prabowo, Sandiaga Uno, Jusuf Kalla, dll. masyarakat lebih mengenal mereka secara personal branding daripada company branding. Hal itu disebabkan karena lini bisnis mereka bukan untuk membentuk suatu brand company yang kuat.

Keduanya sama-sama memiliki poin plus antara company branding dengan personal branding. Company branding yang sudah mengakar akan lebih mudah berhubungan dengan perusahaan lain. Misalnya adalah perusahaan Indofood yang sudah mengakar disetiap benak orang.

Sedangkan contoh kelebihan dari personal branding adalah bisa bermain atau berpindah dibanyak lini. Contohnya perusahaan Pak Jusuf Kalla akan lebih mudah bekerjasama dengan perusahaan lain. Bukan karena perusahaannya tetapi karena perusahaan itu adalah milik Pak Jusuf Kalla. Nah dalam posisi ini Pak Jusuf Kalla misal dikenal orang yang supel dan professional. Sehingga bisnis dia dibidang apapun akan lebih mudah untuk mendapatkan tempat.

Sekian artikel kali ini, terus bergerak dan lakukan hal yang positif.

Jika anda ingin mengundang Motivator Indonesia Rifqi Hadziq untuk acara In House Training, silahkan hubungi kami di 082-134-323-274 (BIGBi Antusias)

Silahkan Bagikan Kepada Orang Terkasih Anda 🙂 🙂 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *