HomeArtikel MotivasiKisah Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wahjah dan Ujian Kepemimpinannya

Kisah Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wahjah dan Ujian Kepemimpinannya

Artikel Motivasi Spiritual 0 2 likes 146 views share

Kisah Ali bin Abi Thalib- Sahabat Nabi Muhammad yang juga menjadi khalifah keempat dan penutup dari khulafah ar-rasyidin adalah Ali bin Abi Thalib. Sahabat nabi yang satu ini diberi gelar oleh Rasulullah Karamallahu Wahjah, yang berarti semoga Allah SWT memuliakan wajahnya. Bukan tanpa alasan, gelar tersebut diterima Ali bin Abi Thalib karena ia tidak suka melihat hal-hal yang tidak sopan atau buruk dengan menggunakan wajahnya tersebut.

Kelahiran Ali bin Abi Thalib

Ali bin Abi Thalib lahir pada tahun 23 tanggal 23, sebelum Hijriyah. Ali merupakan sepupu dari Nabi Muhammad SAW. Ia kemudian menjadi menantu Rasulullah setlah menikah dengan anaknya, Fatimah Az-Zahra.

Ayah Ali adalah Abu Thalib bin abdul Muthalib bin Hasyim bin Abd Manaf, dan ibunya adalah Fatimah binti As’ad bin Hasym bin Abd Manaf. Ayah Ali adalah kakak kandung dari Nabi Muhammad SAW. Ali lahir di dalam Kabah. Ketika lahir, Ali bin Abi Thalib diberi nama oleh ibunya Haidarah. Namun, kemudian oleh ayahnya diubah menjadi Ali.

Ketika ia berusia 6 tahun, Nabi Muhammad mengangkat Ali bin Abi Thalib sebagai anak asuh, sebagaimana Nabi Muhammad SAW dahulu diasuh oleh ayah Ali, Abu Thalib. Ketika Ali berumur delapan tahun, Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul. Setelah Khadijah, Ali adalah orang kedua yang mendengarkan dakwah dari Nabi Muhammad SAW. Ali termasuk 10 sahabat yang dijamin masuk surga bersama Abu Bakar ra dan Abdurrahman Bin Auf.

Ketika kaum Quraisy hendak membunuh Nabi Muhammad SAW, ia dengan rela menggantikan Nabi Muhammad di tempat tidur untuk mengelabuhi musuh. Ali menikah dengan putri Nabi Muhammad SAW, Fatimah Az-Zahra. Ia kemudian dikaruniai empat anak, dua putri dan dua putra yang bernama Hasan, Husein, Zainab, dan juga Ummu Kultsum. Ummu Kultsum kemudian menikah dengan Umar bin Khattab.

baca juga Kisah Abu Ubaidillah bin Jarrah Sahabat Rasul 

Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib

Ketika Utsman bin Affan wafat, kursi kepemimpinan sempat kosong dua hari. Untuk mengisi posisi tersebut, banyak orang, termasuk pemberontak menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah berikutnya. Dengan terpaksa, Ali menerimanya.

Pada masa kepemimpinannya, Ali mengalami ujian yang bertubi-tubi. Bahkan usahanya untuk membuat sebuah penyegaran pemerintahan dengan mengganti semua guubernur yang diangkat Utsman pun memicu konflik. Di lain sisi, konflik juga terjadi antara Ali dengan para sahabatnya yang dipimpin Aisyah, Ummul Mukminin, yang kemudian memicu terjadinya Perang Jamal atau Perang Unta. Dikatakan perang Unta karena ketika itu, Aisyah mengendarai seekor Unta. Perang tersebut membuat Thalhah bin Ubaidillah dan juga Zubair bin Awwam gugur. Sedangkan Aisyah menjadi tawanan.

Kemudian konflik antara Ali dengan Muawiyah juga memicu terkadinya Perang Shiffin. Dalam perang ini, pasukan Ali dengan jumlah 95.000 orang melawan pasukan Muawiyah yang berjumlah 85.000 orang. Kala itu, pasukan Khalifah Ali bin Abi Thalib berhasil mendesak pasukan Muawiyah untuk mundur. Namun sebelum dinyatakan menang, Amr bin Ash terlebih dahulu mengangkat Alquran dan menyatakan diri untuk berdamai. Akibat perang tersebut, pasukan Ali pecah menjadi tiga kubu.

Ketiga kelompok tersebut kemudian memberontak dan berniat membunuh tiga pemimpin, yaitu Ali bin Abi Thalib, Muawiyah dari Suriah, dan Amr bin Ash dari Mesir. Muawiyah dan Amr bin Ash tidak berhasil dibunuh, sedangkan Ali bin Abi Thalib terbunuh dalam perjalanannya menuju masjid.  Ali wafat pada tahun 40 H tanggal 19 pada usia 63 tahun

Baca Juga Artikel Lainnya : Ini Vendor Wo Jogja Terbaik

Demikianlah kisah Ali bin Abi Thalib yang juga merupakan khalifah keempat dan terakhir dari golongan khulafah ur-rasyidin. Meneladani perjalanan Nabi Muhammad SAW tentunya akan semakin menyenangkan dengan menapaki tanah suci sekalian menunaikan ibadah umroh atau haji.

Silahkan Bagikan Kepada Orang Terkasih Anda 🙂 🙂 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *